Berkala

SIARAN PERS - Indonesia Dan UAE Perkuat Kerja Sama Teknologi Untuk Mendukung Rehabilitasi Dan Monitoring Mangrove Nasional

Informasi Berkala

Informasi Publik

Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SIARAN PERS No. 237/SES.M.PANGAN/SP/6/2026

INDONESIA DAN UAE PERKUAT KERJA SAMA TEKNOLOGI UNTUK MENDUKUNGREHABILITASI DAN MONITORING MANGROVE NASIONAL


Bali, 5 Juni 2026 – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Panganmemperkuat kerja sama strategis dengan Advance Technology Research Council (ATRC) United ArabEmirat (UAE) dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung restorasi dan konservasi, dan mangrovenasional. Kerja sama tersebut ditandai dengan pelaksanaan Leadership Meeting dan pemarafan Letterof Intent (LoI) di Bali.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pengelolaan mangrove berbasis ilmupengetahuan dan teknologi khususnya artificial intelligent (AI) yang diharapkan akan menghasilkansolusi dan dampak nyata bagi konservasi lingkungan, peningkatan sosial ekonomi masyarakat pesisirdan pencapaian target iklim nasional. Kerja sama ini juga mencerminkan komitmen kedua negaradalam memperkuat hubungan bilateral yang memasuki 50 tahun khususnya kemitraan strategis dibidang lingkungan, perubahan iklim, dan inovasi teknologi.

Indonesia memiliki sekitar 3,4 juta hektare mangrove atau sekitar 20 persen dari total ekosistemmangrove dunia. Sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif, mangrove memiliki peranpenting dalam mendukung target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Penguatan rehabilitasi danmonitoring mangrove menjadi bagian penting dari strategi nasional pengendalian perubahan iklim danpembangunan rendah karbon.

Tim teknis kedua negara telah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi potensialpengembangan proyek percontohan di Bali. Pemerintah Indonesia juga mengusulkan beberapa lokasistrategis lainnya, termasuk Pulau Lusi di Kabupaten Sidoarjo dan kawasan pesisir Kabupaten Demak,sebagai bagian dari penjajakan implementasi kerja sama ke depan.

Dalam pertemuan, UAE mengusulkan pilot project penguatan restorasi mangrove menggunakanpendekatan Site Suitability Assessment dan metodologi Carbon Estimation untuk penguatan sistemMonitoring, Reporting, and Verification (MRV) karbon. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkankualitas data nasional sekaligus membuka peluang pengembangan pembiayaan iklim dan karbon yangkredibel.

Selain aspek teknologi, kerja sama ini juga menempatkan penguatan kapasitas masyarakat lokalsebagai bagian penting dalam pengelolaan mangrove berkelanjutan melalui pemanfaatan sistemmonitoring berbasis digital dan pengumpulan data lapangan secara partisipatif.

Sebagai langkah awal, LoI akan menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan kerja samayang lebih konkret. Melalui kemitraan ini, Indonesia dan UAE yang merupakan inisiator MangroveAlliance for Climate (MAC) optimis dapat menghadirkan model pengelolaan mangrove berbasisteknologi dan data yang akan berkontribusi nyata terhadap konservasi ekosistem mangrove, ketahanankawasan pesisir, serta agenda aksi iklim global.


Narahubung.

Kepala Biro Umum dan Hubungan Masyarakat

Lampiran Dokumen

SIARAN PERS - Indonesia Dan UAE Perkuat Kerja Sama Teknologi Untuk Mendukung Rehabilitasi Dan Monitoring Mangrove Nasional

05 Jun 2026 file

Siaran Pers

06 Jan 2026
Total Dilihat 12 kali
Dilihat Hari Ini 1 kali
Bagikan informasi ini:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP

Informasi Terkait

Informasi lain dalam kategori yang sama