Berkala

SIARAN PERS KEMENKO PANGAN AJAK MASYARAKAT GEMAR MAKAN AYAM DAN TELUR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS, SEHAT DAN CERDAS

Informasi Berkala

Informasi Publik

Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SIARAN PERS No.27/SES.M.PANGAN.4/SP/04/2025

KEMENKO PANGAN AJAK MASYARAKAT GEMAR MAKAN AYAM DAN TELUR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS, SEHAT DAN CERDAS

Jakarta – Indonesia telah mencapai swasembada ayam dan telur. Bahkan pada tahun 2024 surplus produksi ayam ras pedaging, dengan produksi mencapai sekitar 3,9 juta ton sementara kebutuhan domestik hanya sekitar 3,1 juta ton. Hal ini menghasilkan surplus sekitar 800 ribu ton. Swasembada ayam dan telur merupakan momentum yang perlu dijaga. Pengelolaan surplus ayam di Indonesia melibatkan berbagai pendekatan untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung peternak lokal. Langkah-langkah yang telah diambil pemerintah meliputi: Ekspansi Pasar Ekspor: Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kelebihan pasokan di pasar domestik. Program Penyerapan Lokal: Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Gerakan Pangan Murah,

Program Pengentasan Stunting telah diluncurkan untuk menyerap surplus ayam dan telur dari peternak lokal. Kolaborasi dengan Industri: Pemerintah bekerja sama dengan industri unggas dalam negeri untuk meningkatkan daya serap produk unggas, termasuk melalui menu MBG yang dibuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN). SPPG memastikan pemenuhan gizi penerima MBG melalui dapur-dapur yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peningkatan Daya Saing Produk: Upaya dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggas Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global dan Penguatan Kebijakan Harga: Pemerintah
menetapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk ayam hidup (livebird) guna melindungi peternak dari kerugian akibat fluktuasi harga. 

Ayam dan telur merupakan sumber protein hewani (Prohe) yang sangat baik dengan harga yang ekonomis. Keduanya mengandung protein berkualitas tinggi yang penting untuk tubuh, juga mengandung asam amino esensial yang diperlukan untuk pertumbuhan otot, perbaikan jaringan tubuh. Daging ayam dan telur juga kaya akan vitamin dan mineral seperti vitamin B6, B12, selenium, dan zinc, yang menjaga kesehatan. Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur ayam untuk menjaga kesehatan keluarga. Konsumsi daging ayam dan telur mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas sekaligus menjaga momentum swasembada ayam dan telur nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti dalam rapat koordinasi teknis bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) (24/04/25) menjelaskan bahwa komoditi unggas (daging dan telur ayam) merupakan bahan pangan penting hewani strategis untuk mewujudkan generasi emas. “Sebagai sumber protein hewani atau Prohe, daging ayam mengandung sekitar 23–31 gram protein per 100 gram. Kalau telur ayam mengandung sekitar 12,6 gram protein per 100 gram. Selain itu, kandungan protein telur sangat mudah diserap tubuh.” Deputi Widiastuti menambahkan dengan harga yang terjangkau dan ketersediaan daging ayam dan telur saat ini, konsumsi ayam dan telur masih bisa ditingkatkan.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Achmad Dawami dalam paparannya menyampaikan bahwa komoditi perunggasan memberikan kontribusi 60% PDB Peternakan, dengan nilai ekonomi mencapai Rp 650-700 Triliun pertahun. Sektor peternakan unggas di Indonesia ini memegang peranan strategis baik sebagai penyedia lapangan usaha melalui industri ternak dan hilirisasi termasuk melalui industri pendukung peternakan (industri pakan/feedmill, industri vaksin Kesehatan hewan) sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Peternakan Karsan menyampaikan bahwa swasembada ayam dan telur harus dijaga untuk menjaga industri pangan berkelanjutan. Swasembada ayam dan telur sebagai bagian ketahanan pangan nasional sangat signifikan dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat.

“Saat ini rata-rata konsumsi prohe ayam hanya sekitar 21 kg per kapita atau 0,8 butir per hari. Ini masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan konsumsi perkapita di negara-negara ASEAN. Padahal kualitas daging ayam dan telur Indonesia sangat baik. Terbukti dengan produk-produk olahan ayam Indonesia telah diekspor ke berbagai negara. " Selain kualitas produk ayam yang baik, ayam dan telur sebagai bahan pangan strategis, sangat mudah diolah menjadi berbagai sajian yang lezat. Deputi Widiastuti menambahkan agar konsumsi ayam dan telur perlu terus ditingkatkan. “Kalau masyarakat kian gemar makan daging dan telur ayam, hal ini akan menjaga asupan gizi keluarga. Protein baik untuk pertumbuhan anak-anak karena mencegah stunting dari malnutrisi," tuturnya. “Jadi masyarakat perlu meningkatkan konsumsi ayam dan telur, untuk mewujudkan generasi emas yang sehat dan cerdas," pungkas Deputi Widiastuti. ***

Narahubung.
Kepala Biro Umum, Keuangan dan Komunikasi
Devid.Y. Mohammad.
081288119482​

Lampiran Dokumen

SIARAN PERS KEMENKO PANGAN AJAK MASYARAKAT GEMAR MAKAN AYAM DAN TELUR UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI EMAS, SEHAT DAN CERDAS

24 Apr 2025 file

Siaran Pers

06 Jan 2026
Total Dilihat 4 kali
Dilihat Hari Ini 1 kali
Bagikan informasi ini:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP

Informasi Terkait

Informasi lain dalam kategori yang sama