Berkala

SIARAN PERS Menko Pangan Dorong Swasembada Garam dan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran di Banten

Informasi Berkala

Informasi Publik

Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SIARAN PERS No.05/SES.M.PANGAN.4/SP/01/2025

“Menko Pangan Dorong Swasembada Garam dan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran di Banten”

Banten, 10 Januari 2025 – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan rangkaian kunjungan kerja dan memimpin rapat koordinasi terbatas bisang pangan Provinsi Banten. Mengawali rangkaian kegiatan, Menko Pangan Zulkifli Hasan meninjau inovasi teknologi yang telah dikembangkan PT Ainul Hayat Sejahtera (PT AHS) yang telah berinovasi dalam melakukan produksi garam. Inovasi teknologi yang dikembangkan PT AHS adalah teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang telah menghasilkan 43.111,72 ton saat ujicoba produksi pada tahun 2024. Saat ini PT. AHS memiliki kapasitas produksi 210.000 ton/tahun.
Peninjauan PT AHS sebagai satu-satunya pabrik garam yang memanfaatkan teknologi SWRO merupakan bagian dalam rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan ke Banten. Menko Pangan didampingi Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Pj Gubernur Banten Ucok Abdulrauf Damenta dan Direktur Utama PT Ainul Hayat Sejahtera Wikanto Adi Cahyono bersama jajaran. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi pemanfaatan teknologi. Menurutnya, efisiensi dari pemanfaatan teknologi akan mendukung peningkatan produksi garam nasional dan mencukupi kebutuhan garam nasional yang rata-rata per tahun mencapai 4.5 juta ton. “Pemerintah telah menargetkan akan swasembada garam nasional pada tahun 2027”. Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah mendorong industri-industri pengguna garam nasional untuk menyerap garam yang diproduksi di dalam negeri. “Garam nasional kini telah meningkat baik kualitas maupun kuantitas produksinya”, diketahui bahwa kadar garam yang di produksi NaCl-nya telah mencapai 98, atau berada diatas rata-rata garam yang di impor “sudah betul untuk kita tidak impor garam lagi” sambung Menko Pangan.
Pada tahun 2023, Provinsi Banten berhasil masuk dalam jajaran 10 besar provinsi penghasil garam terbesar di Indonesia. Dengan luas lahan garam mencapai 28,4 hektare, Banten mencatatkan jumlah produksi sekitar 603 ton, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap produksi garam nasional. Dalam upaya mendukung swasembada pangan di Propinsi Banten dalam sesi rakortas, Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan arahan agar APBD tetap mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jaringan irigasi, pencegahan dan penanggulangan wabah Penyakit Mulut dan Kuku, coaching klinik bagi penyuluh perikanan, peningkatan saprodi budidaya perikanan, dan sarana prasarana pertanian. "Ini kehormatan Merah Putih, kehormatan kita, dan tentu ketahanan pangan itu memang harus kita hasilkan sendiri," sambung Zulkifli.
Dalam rangkaian kunjungan kerja Banten ini Menko Pangan juga melakukan kunjungan ke Gudang Lini III PT Pupuk Indonesia di Sumur Pecung, Kota Serang. Gudang ini telah berperan sebagai pusat distribusi pupuk bersubsidi untuk wilayah Banten. Gudang dengan kapasitas penyimpanan hingga 10.000 ton ini, saat ini terisi stok pupuk sebanyak 2.728 ton yang terdiri dari Pupuk Urea Subsidi, Pupuk Urea Komersial, dan Pupuk Organik Subsidi. Distribusi pupuk dari gudang ini melibatkan 14 distributor di Banten yang melayani kios-kios di Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Cilegon. Pada kesempatan ini Menko Pangan mengapresiasi PT Pupuk Indonesia yang telah mendukung upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan pupuk untuk mendukung sektor pertanian.
Menteri Koordinayor Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pihaknya melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kesiapan fasilitas distribusi dan monitoring digital pupuk, melakukan evaluasi capaian distribusi pupuk subsidi berdasarkan data alokasi dan realisasi hingga 9 Januari 2025 di provinsi Banten. “Kami hadir untuk memastikan implementasi deregulasi pupuk subsidi berjalan efektif dan tepat sasaran.” Menutup rangkaian kunjungan kerja di Banten, Menko Pangan mengingatkan bahwa mendorong percepatan realisasi distribusi pupuk bersubsidi merupakan arahan Presiden
Prabowo dalam rangka mewujudkan swasembada pangan. Saat ini realisasi distribusi pupuk bersubsidi di Provinsi Banten masih perlu didorong untuk mencapai target alokasi 170.502 ton. “Kini menebus pupuk bersubsidi dapat dilakukan dengan KTP. Pastikan petani terdaftar di e-RDKK, sesuai Permentan Nomor 1 Tahun 2024.” Menko Pangan menegaskan monitoring stok pupuk dilakukan secara digital untuk menjamin ketersediaan dan distribusi yang efisien.
Evaluasi menyeluruh perihal distribusi pupuk bersubsidi akan tetap dilakukan untuk memastikan alokasi sesuai dengan kebutuhan di setiap wilayah. Dengan penyederhanaan regulasi, pengawasan, dan evaluasi menyeluruh, program pupuk bersubsidi akan lebih efektif dan tepat sasaran, mewujudkan target swasembada pangan. 

Narahubung.
Kepala Biro Umum, Keuangan dan Komunikasi
Devid.Y. Mohammad.
081288119482

Lampiran Dokumen

SIARAN PERS Menko Pangan Dorong Swasembada Garam dan Distribusi Pupuk Tepat Sasaran di Banten

10 Jan 2025 file

Siaran Pers

06 Jan 2026
Total Dilihat 2 kali
Dilihat Hari Ini 1 kali
Bagikan informasi ini:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP

Informasi Terkait

Informasi lain dalam kategori yang sama