SIARAN PERS Pelatihan Teknologi Survei Kelautan Kembali Digelar, KIOTEC Perkuat SDM Maritim Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Blue Food
Informasi Publik
Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SIARAN PERS No. 45/SES.M.PANGAN.4/SP/07/2025
Pelatihan Teknologi Survei Kelautan Kembali Digelar, KIOTEC Perkuat SDM Maritim Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Blue Food
Jakarta, 7 Juli 2025 — Melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Deputi Bidang Sumber Daya Maritim, Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya dari sektor kelautan (blue food), sebagai salah satu pilar penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan krisis pangan global. Dalam kerangka kerja sama internasional dan pengembangan kapasitas SDM kelautan, Pemerintah Korea Selatan kembali menyelenggarakan program pelatihan melalui proyek bantuan pembangunan resmi (Official Development Assistance/ODA) berjudul “Pendirian Pusat Pelatihan Teknologi Perikanan Laut Terpadu dan Penguatan Peningkatan Kapasitas di Indonesia” atau ODA KIOTEC. Proyek ini diluncurkan secara resmi pada 12 Juni 2024 di Busan, Korea Selatan, melalui penandatanganan Pengaturan Pelaksanaan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan), Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), Ministry of Oceans and Fisheries (MOF) Korea, Korea Institute of Ocean Science and Technology (KIOST), dan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC).
ODA KIOTEC bertujuan untuk mendirikan dan mengelola pusat pelatihan teknologi kelautan di Indonesia serta menyusun program pelatihan peningkatan kapasitas yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor kelautan nasional. Melalui kerja sama ini, diharapkan Indonesia dapat memperkuat ekosistem blue food secara berkelanjutan dengan dukungan SDM yang andal, sekaligus mempererat sinergi Indonesia-Korea dalam mendukung pembangunan pangan laut yang tangguh dan berdaya saing.
Pada Maret 2025, proyek ODA KIOTEC mendapat pengakuan internasional dengan terdaftarnya inisiatif ini sebagai Decade Action dalam program United Nations Decade of Ocean Science for Sustainable Development (2021–2030). Proyek ini, dengan nama Korea-Indonesia Ocean Technology Capacity Enhancement Actions (KIOTEC-CEA), termasuk dalam kategori proyek yang mendorong penguatan pelatihan teknis, pendidikan pascasarjana, riset bersama, dan pertukaran peneliti muda (Early Career Ocean Professionals/ECOPs). Pengakuan ini semakin mempertegas peran KIOTEC-CEA dalam mendorong pemanfaatan ilmu kelautan untuk pengambilan kebijakan dan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam pengelolaan laut berkelanjutan yang selaras dengan (SDGs).
Selaras dengan tujuan peningkatan kapasitas SDM kelautan, Pelatihan Peralatan Survei Kelautan kembali digelar pada 7–10 Juli 2025 di Kantor KIOTEC, Ancol, Jakarta. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan pertama yang telah dilaksanakan pada 24–27 Februari 2025 dan diikuti oleh 40 mahasiswa penerima beasiswa magister ODA KIOTEC yang sedang menempuh studi di ITB, IPB, UNHAS, UGM, UNDIP, dan UNPATTI. Pada pelatihan kedua ini, para mahasiswa kembali mengikuti sesi pelatihan bersama 8 peserta dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan harapan dapat memperluas manfaat pelatihan dalam mendukung penguatan SDM kelautan secara nasional. Berbeda dari pelatihan sebelumnya yang berfokus pada teori dan penggunaan alat ADCP serta CTD, pelatihan kali ini menitikberatkan pada pemanfaatan Multibeam Echo Sounder (MBES), alat survei dasar laut yang mampu menghasilkan peta topografi bawah laut dalam bentuk tiga dimensi.
Materi yang disampaikan mencakup teori dasar, praktik pengoperasian alat, pengambilan data di lapangan, hingga pengolahan data hasil survei. Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari kalangan akademisi dan praktisi, yakni Dr.rer.nat. Wiwin Windupranata, dosen dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB yang dikenal sebagai pakar dalam survei hidrografi dan geofisika dengan pengalaman luas dalam pengolahan data MBES, serta Riam Badriana, M.Eng., mantan peneliti ahli Korea-Indonesia MTCRC yang memiliki keahlian mendalam dalam survei kelautan berbasis MBES. Sebagai conducting agency dalam proyek ODA KIOTEC, MTCRC juga berperan aktif dalam pelatihan ini dengan menugaskan sejumlah surveyor dan peneliti sebagai pelatih untuk mendampingi seluruh proses kegiatan. Bapak Muhammad Mawardi, S.Pt, MT, yang mewakili Deputi Bidang Sumber Daya Maritim, Kemenko Pangan, menyampaikan bahwa pelatihan ini mengangkat topik yang sangat relevan dan strategis bagi kemajuan sektor maritim Indonesia untuk ketahanan pangan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa pelatihan semacam ini tidak hanya penting untuk memperkuat kapasitas SDM, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas program ke bidang-bidang lain yang mendukung pengembangan teknologi dan inovasi maritim. “Pelatihan ini sangat penting bagi kemajuan sektor maritim Indonesia. Ke depan, program seperti ini perlu terus dikembangkan ke berbagai bidang untuk mendorong peningkatan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi, dan lahirnya inovasi-inovasi baru,” ujar Bapak Mawardi.
Dengan meningkatnya kapasitas teknis dan kolaborasi lintas negara ini, diharapkan hasil survei dan pemetaan laut yang lebih akurat dapat mendukung pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan, termasuk dalam optimalisasi potensi blue food sebagai bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Narahubung.
Kepala Biro Umum, Keuangan dan Komunikasi Devid.Y. Mohammad.
081288119482
Lampiran Dokumen
SIARAN PERS Pelatihan Teknologi Survei Kelautan Kembali Digelar, KIOTEC Perkuat SDM Maritim Indonesia dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Blue Food
Siaran Pers
Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP