SIARAN PERS Perkuat Tata Kelola Air untuk Pangan Global, Indonesia Serukan Aksi Kolektif di Forum Global untuk Pangan dan Pertanian
Informasi Publik
Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SIARAN PERS
No. 123/SES.M.PANGAN.4/SP/1/2026
Perkuat Tata Kelola Air untuk Pangan Global, Indonesia Serukan Aksi Kolektifdi Forum Global untuk Pangan dan Pertanian
Berlin, 17 Januari 2026 – Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan KeamananPangan, Nani Hendiarti selaku Ketua Delegasi RI bersama Deputi Bidang Koordinasi UsahaPangan dan Pertanian, Widiastuti; mewakili Menteri Koordinator Bidang Pangan, ZulkifliHasan; menghadiri 18th Berlin Agriculture’s Minister Conference yang merupakan puncakdari rangkaian Global Forum for Food and Agriculture (GFFA) 2026. Forum tahunan inimengusung tema "Water. Harvests. Our Future" untuk merespons krisis air global yangsemakin mengancam sistem pangan dunia.Dalam forum strategis yang mempertemukan 61 menteri pertanian dari seluruh dunia serta14 perwakilan tingkat tinggi organisasi internasional tersebut, Indonesia menekankanurgensi pengelolaan air yang bijaksana sebagai kunci masa depan pertanian, khususnyabagi negara rentan iklim."Forum ini menegaskan bahwa ketahanan pangan dan ketahanan air adalah dua hal yangtidak dapat dipisahkan. Hal ini harus menjadi katalisator bagi aksi kolektif global, di mana airmenyatukan kita, energi mendorong inovasi, dan sistem pangan yang berkelanjutanmemberikan nutrisi bagi masyarakat sekaligus menjaga bumi," tegas Nani Hendiarti dalampenyampaian country statement Indonesia.Pernyataan ini selaras dengan hasil akhir communique GFFA 2026 yang menyepakatiperlunya memperkuat peran sektor pertanian dalam kebijakan air internasional danmendorong investasi pada infrastruktur air berkelanjutan. Indonesia sendiri telahmenunjukkan komitmennya melalui modernisasi irigasi dan adopsi teknologi iklim yangberhasil mendukung swasembada beras nasional. Sebagai konferensi internasional terkemuka di bidang kebijakan agri-pangan, GFFA 2026menjadi momentum krusial bagi ribuan ahli dari politik, bisnis, sains, dan masyarakat sipiluntuk mencapai konsensus global mengenai pengelolaan sumber daya air yang terintegrasidemi menjamin hak atas pangan bagi seluruh penduduk dunia.Selain menghadiri forum tingkat menteri, Delegasi RI juga melangsungkan sejumlahpertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian berbagai negara, diantaranya Jerman,Polandia, Brazil, Fiji dan Uzbekistan. Di samping itu, Delegasi RI juga mengadakanpertemuan bilateral dengan UN Special Envoy for water, serta beberapa pertemuan lainnya dengan perwakilan organisasi internasional dan sektor swasta, seperti Bayer, German WaterPartnership, KfW, dan BASF. Serangkaian pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuatkerjasama di bidang penanganan sampah laut dan menjajaki potensi kerja sama PemerintahRI di sektor pangan dan pertanian.Anggota Delegasi RI yang turut hadir adalah Wakil Duta Besar Republik Indonesia untukRepublik Federal Jerman, Fajar Wirawan Harijo, Asisten Deputi Produksi Pangan danPerubahan Iklim, Fajar Nuradi, serta Asisten Deputi Pengelolaan Sarana dan PrasaranaProduksi Pertanian, Bona Kusuma.
Lampiran Dokumen
SIARAN PERS Perkuat Tata Kelola Air untuk Pangan Global, Indonesia Serukan Aksi Kolektif di Forum Global untuk Pangan dan Pertanian
Siaran Pers
Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP