SIARAN PERS Indonesia Amankan 17% Karbon Biru Dunia Melalui RENAKSI 2025-2030
Informasi Publik
Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SIARAN PERS
No. 153/SES.M.PANGAN.4/SP/2/2026
Jakarta, 18 Februari 2026 – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RENAKSI) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru 2025–2030. Langkah ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemimpin global dalam mengatasi krisis iklim melalui optimalisasi 3,45 juta hektare mangrove dan 660 ribu hektare lamun.
Penyusunan RENAKSI ini difasilitasi oleh National Blue Carbon Action Partnership (NBCAP), sebuah wadah kolaborasi multi-pihak yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk mempercepat tata kelola karbon biru yang inklusif di Indonesia. Dalam kemitraan ini, Konservasi Indonesia bertindak sebagai Sekretariat.
Dr. Nani Hendiarti, Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, menegaskan pentingnya integritas dalam pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan karbon biru secara sinergis.
"Dokumen RENAKSI ini menjadi acuan nasional yang menyinergikan strategi implementasi dengan instrumen pendanaan inklusif berbasis prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion/GEDSI. Komitmen konkret ini akan dipaparkan dalam Ocean Impact Summit 2026 di Bali, yang segera ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas sektor untuk mempertajam 21 rencana aksi menjadi program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Dr. Nani Hendiarti.
Kedutaan Besar Inggris menyatakan dukungan penuh terhadap RENAKSI 2025–2030 sebagai tonggak kemitraan iklim kedua negara. Pemerintah Inggris berkomitmen menyokong kepemimpinan Indonesia dalam melindungi 17?dangan karbon biru dunia demi tercapainya target Nationally Determined Contribution (NDC) dan FOLU Net Sink 2030."
Sementara itu, World Economic Forum (WEF) mengapresiasi langkah Indonesia dan menilai Ocean Impact Summit di Bali sebagai momentum penting investasi hijau. WEF menilai RENAKSI 2025–2030 mencerminkan visi laut sebagai masa depan Indonesia dan berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi biru.
Lampiran Dokumen
SIARAN PERS Indonesia Amankan 17% Karbon Biru Dunia Melalui RENAKSI 2025-2030
Siaran Pers
Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP