SIARAN PERS Menko Pangan Apresiasi Peternak Ayam Mandiri Malang untuk MBG
Informasi Publik
Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SIARAN PERS
No. 156/SES.M.PANGAN.4/SP/2/2026
Malang, 24 Februari 2026 – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi peran peternak ayam mandiri di Malang sebagai salah satu pilar penting dalam keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi.
Program MBG menempatkan protein hewani sebagai komponen penting dalam pemenuhan gizi seimbang bagi anak. Sumber protein seperti daging, ikan, ayam, dan telur berperan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta peningkatan daya tahan tubuh. Dalam konteks ini, ayam dan telur menjadi pilihan strategis karena mudah diakses, terjangkau, dan memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap.
Provinsi Jawa Timur selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi ayam dan telur nasional. Data menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen pasokan telur nasional berasal dari wilayah ini, dengan produksi telur ayam petelur mencapai lebih dari 2 juta ton pada 2025. Distribusi dari Malang dan daerah sekitarnya menjangkau berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta dan Surabaya.
Menko Pangan menilai kekuatan peternak mandiri di Jawa Timur menjadi pondasi penting rantai pasok pangan nasional. Struktur usaha yang didominasi skala kecil dan menengah berbasis keluarga memungkinkan distribusi manfaat ekonomi langsung ke masyarakat lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Dalam kunjungannya ke CV Telur Intan di Malang, Menko Pangan menegaskan bahwa program MBG membuka peluang pasar baru yang stabil bagi peternak. “Program MBG membuka pasar baru yang stabil bagi peternak. Koperasi dapat menjadi agregator distribusi ayam dan telur ke SPPG. Program ini sekaligus memperkuat posisi peternak sebagai aktor penting dalam ketahanan pangan,” ujar Zulkifli Hasan.
Perwakilan asosiasi peternak menyampaikan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi antara lain tingginya harga pakan, fluktuasi harga komoditas, serta kebutuhan peningkatan teknologi produksi seperti smart farming dan biosecurity guna menjaga kualitas hasil ternak. Dukungan kebijakan, penguatan kelembagaan koperasi, serta kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk meningkatkan daya saing peternak mandiri.
Menutup kunjungan, Menko Pangan menegaskan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada integrasi peternak lokal dalam rantai pasok pangan nasional. Pemerintah akan terus mendorong penguatan ekosistem produksi dan distribusi agar manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Lampiran Dokumen
SIARAN PERS Menko Pangan Apresiasi Peternak Ayam Mandiri Malang untuk MBG
Siaran Pers
Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP