SIARAN PERS Menko Pangan Hadiri Haul di Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, Sosialisasikan Program Prioritas Presiden kepada Ulama Pesantren Madura
Informasi Publik
Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
SIARAN PERS
No. 168/SES.M.PANGAN.4/SP/3/2026
Pamekasan, 8 Maret 2026 — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menghadiri Haul Almarhum R.KH. Abdul Hamid Itsbat di LPI Al-Hamidy Banyuanyar, Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/3).
Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua BASSRA RKH. Moh. Rofi’i Baidhowi, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, para Bupati se-Madura, serta para kiai sepuh dari Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Sampang.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan menyampaikan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah fokus memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program strategis, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menko Pangan juga menyinggung dinamika geopolitik global, termasuk meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Namun pemerintah memastikan situasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap ketersediaan pangan nasional karena langkah antisipasi telah dilakukan sebelumnya.
“Pemerintah sudah mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, meskipun ada konflik di sejumlah kawasan, kondisi pangan nasional tetap aman dan terkendali,” ujar Zulkifli Hasan.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah memprediksi dinamika global tersebut sejak sekitar satu tahun sebelumnya sehingga pemerintah mempercepat berbagai program penguatan produksi dan swasembada pangan nasional.
Menko Pangan juga memastikan komoditas utama seperti beras, jagung, hingga garam berada dalam kondisi aman dan terkendali. Produksi beras nasional saat ini mencapai lebih dari 4,2 juta ton per tahun, sementara pasokan komoditas impor seperti gandum untuk bahan baku terigu juga tetap terjaga.
Melalui silaturahmi ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan serta peningkatan gizi masyarakat.
Lampiran Dokumen
SIARAN PERS Menko Pangan Hadiri Haul di Ponpes Al-Hamidy Banyuanyar, Sosialisasikan Program Prioritas Presiden kepada Ulama Pesantren Madura
Butuh Informasi Lebih Lanjut?
Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP