Berkala

SIARAN PERS Penguatan Kemitraan Rantai Pasok Perikanan Untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Informasi Berkala

Informasi Publik

Informasi ini disediakan sesuai dengan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga negara berhak memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

SIARAN PERS
No. 188/SES.M.PANGAN.4/SP/4/2026

Semarang, 13 April 2026 — Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah serta Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) menyelenggarakan kegiatan penguatan kemitraan rantai pasok perikanan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini dibuka oleh Deputi bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, serta diikuti sekitar 300 peserta dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha perikanan (UMKM), dan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Jawa Tengah.

Pemerintah terus mendorong pemenuhan gizi seimbang bagi anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui Program MBG. Program ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menjaga kesehatan ibu. Ikan menjadi sumber protein unggulan karena kaya omega-3, vitamin, dan mineral.
Seiring target konsumsi ikan nasional mencapai 28,63 kg per kapita per tahun pada 2029, penguatan rantai pasok perikanan menjadi krusial. Seluruh proses, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pengawasan mutu harus berjalan baik agar pasokan tetap tersedia, aman, dan berkualitas.

Namun, pelaku usaha perikanan menghadapi tantangan harga, kapasitas produksi, distribusi, dan kepastian kerja sama dalam mendukung MBG. Meski demikian, pelaku usaha perikanan telah menunjukkan bahwa tantangan tersebut bisa diatasi. Beberapa Unit Pengolahan Ikan (UPI) skala UMKM di Jawa Tengah mulai memperbaiki sistem pengolahan dan penyimpanan, serta menjalin kemitraan langsung dengan SPPG. Produk olahan seperti abon ikan lele dan ikan bandeng presto menjadi contoh yang cukup diminati karena lebih tahan lama, mudah didistribusikan, dan tetap memiliki nilai gizi yang baik. Dengan inovasi tersebut, pelaku usaha mampu menjaga kualitas sekaligus memastikan pasokan yang lebih stabil untuk mendukung kebutuhan Program MBG secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong kemitraan antara pelaku usaha dan pengelola SPPG agar kebutuhan dan pasokan lebih selaras, didukung data yang akurat. Forum temu bisnis menjadi ruang untuk membuka kerja sama, memperpendek distribusi, meningkatkan efisiensi, serta menjaga mutu produk.

“Penguatan kemitraan rantai pasok perikanan menjadi kunci agar MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi nelayan dan pelaku usaha lokal,” ucap Dandy Satria Iswara.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.​​

Lampiran Dokumen

SIARAN PERS Penguatan Kemitraan Rantai Pasok Perikanan Untuk Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

13 Apr 2026 file

Siaran Pers

06 Jan 2026
Total Dilihat 8 kali
Dilihat Hari Ini 2 kali
Bagikan informasi ini:

Butuh Informasi Lebih Lanjut?

Ajukan permohonan informasi publik sesuai dengan hak Anda berdasarkan UU KIP

Informasi Terkait

Informasi lain dalam kategori yang sama